Rabu, 02 Mei 2012

MANFAAT DAN BAHAYA NUKLIR DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


MAKALAH

MANFAAT DAN BAHAYA NUKLIR
DALAM
KEHIDUPAN MANUSIA


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Geografi







Oleh :
Dimas Reggy Putra Bangsa
XI IPS 2



SEKOLAH MENENGAH ATAS 92
JAKARTA
2012


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ MANFAAT DAN BAHAYA NUKLIR DALAM KEHIDUPAN MANUSIA” dengan baik.
Maksud penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Geografi SMA 92 Jakarta Tahun Ajaran 2011/2012.
Makalah ini penulis susun berkat bimbingan, bantuan dan kerja sama Bapak/Ibu Guru, teman- teman sekelas dan semua pihak yang ikut terlibat dalam penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat menjadi bahan renungan dan dapat menanbah wawasan bagi kita semua... Amin.

Penulis,












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................        i
DAFTAR ISI.........................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
        Latar Belakang dan Pengertian ......................................................        1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Manusia dan Teknologi Nuklir....................................................        2
B.    Penggunaan Nuklir Untuk Kepentingan Damai ( Sipil ).............        3
C.    Bahaya Penggunaan Nuklir ........................................................        6
D.    Solusi Permasalahan Nuklir ........................................................        9
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan .................................................................................        10
B.    Saran ...........................................................................................        10






BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Teknologi merupakan salah satu hasil peradaban manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia untuk mempermudah menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Saat ini, teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Hal ini dapat dilihat dari perilaku manusia sehari-hari yang tidak lepas dari teknologi.
Salah satu teknologi yang sekarang ini ramai dibicarakan adalah nuklir. Nuklir merupakan salah satu teknologi yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Nuklir bisa menimbulkan masalah yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Radiasi merupakan bahaya terbesar yang dapat ditimbulkan oleh nuklir. Banyak negara dan manusia yang enggan untuk memanfaatkannya karena takut jika suatu saat energi nuklir yang digunakan bermasalah dan menimbulkan ancaman bencana besar seperti yang pernah terjadi di Chernobyl dan fhukushima, Jepang.
Informasi yang kurang dan doktrin buruk tentang energi nuklir mendukung keengganan pemanfaatannya pula. Namun, nuklir membawa manfaat besar bagi kehidupan  manusia. Pemanfaatan nuklir dapat dikategorikan untuk makanan, obat-obatan, kesehatan dan kedokteran, industri, transportasi, desalinasi air, listrik dan senjata. Oleh karena itu, diperlukan informasi yang lebih detail, tidak hanya mengungkapkan bahaya terbesar yang muncul karena nuklir tapi juga manfaat besar yang diciptakan oleh nuklir. Karena itulah kami tertarik untuk mengangkat topik ini untuk dibahas lebih jauh.







BAB II
PEMBAHASAN

A.      Manusia dan Teknologi Nuklir
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Teknologi sendiri merupakan aspek dari budaya yang diciptakan manusia. Teknologi berkembang lebih dahulu, semenjak manusia menggenggam batu dan memakainya sebagai alat.Teknologi bisa menjadi penentu kemenangan yang berarti. Jika dua suku berperang, satu suku memakai tombak batu dengan perisai kulit dan yang lain tombak dan perisai perunggu, sudah jelas kemenangan ada di pihak mana.
Teknologi merupakan perkembangan suatu media/alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah. Untuk memberikan gambaran, beberapa pendefisian teknologi disampaikan oleh Ahimsa (antropolog dari Universitas Negeri Gajah Mada), mengartikan bahwa teknologi itu bisa berupa:
a. Peralatan atau benda,
b. Pengetahuan menggunakan peralatan/benda tersebut, dan
c. Perilaku dari pemakai atau pengguna peralatan/benda tadi.
        Sementara itu, ada yang memberikan pengertian umum bahwa “teknologi” sebagai sehimpunan cara, peralatan, metode, informasi, dan pengorganisasian yang dimanfaatkan untuk menghasilkan produk (barang dan/atau jasa) atau secara umum untuk memecahkan persoalan tertentu (menjawab persoalan pragmatis), berlandaskan kaidah keilmuan. Dengan demikian, teknologi menunjukkan tekanan pada sisi pragmatis dalam konteks tujuan tertentu (know-how) atas dasar pengetahuan yang melatarbelakanginya (know-why).
        Jenis teknologi yang akan dibicarakan di sini adalah teknologi nuklir. Teknologi nuklir merupakan salah satu sumber energi dan teknologi alternatif yang potensial seiring dengan semakin menurunnya sumber energi alam.
        Teknologi nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom (inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada berbagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.

B.       Penggunaan Teknologi Nuklir Untuk Kepentingan Damai (Sipil)
1. Aplikasi medis
a.       Pemanfaatan teknologi nuklir dibidang kedokteran dikategorikan menjadi;  diagnosa dan terapi radiasi, perawatan yang efektif bagi penderita kanker.
b.      Teknologi Nuklir untuk Pemandulan Vektor Malaria
Salah satu cara pemandulan nyamuk/vektor adalah dengan cara radiasi ionisasi yang dikenakan pada salah satu stadium perkembangannya. Radiasi untuk pemandulan ini dapat menggunakan sinar gamma, sinar X atau neutron.

2.  Aplikasi Industri
   Pemanfaatan teknologi nuklir terkait dengan teknologi pertambangan digunakan pada eksplorasi minyak dan gas. Teknologi nuklir berperan dalam menentukan sifat dari bebatuan sekitar seperti porositas dan litografi. Teknologi ini melibatkan penggunaan neutron atau sumber energi sinar gamma dan detektor radiasi yang ditanam dalam bebatuan yang akan diperiksa.
   Pada bidang konstruksi, khususnya paka teknologi jalan. Teknologi nuklir digunakan untuk  mengukur kelembaban dan kepadatan tanah, aspal, dan beton. Pemanfaatan teknologi nuklir juga digunakan untuk menentukan kerapatan (kepadatan) suatu produk industri, misalnya untuk menentukan kepadatan tembakau pada rokok digunakan Sr-90, juga dapat digunakan untuk menentukan ketebalan kertas. Saat ini terdapat beberapa industri rokok di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi ini untuk menjaga kualitas rokoknya.
3  Teknologi Nuklir Untuk Pembangkit Listrik
Di era kemajuan teknologi yang semakin berkembang, para ahli telah mampu memanfaatkan teknologi nuklir untuk bahan bakar. Jenis energi terbaru yang satu ini sangat efektif dan produktif, juga dikenal sebagai energi yang ramah lingkungan, bila dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit listrik. Teknologi nuklir yang populer lewat penggunaannya bagi persenjataan militer ini, ternyata mempunyai manfaat yang begitu besar bagi kesejahteraan umat manusia terutama dalam penyediaan kebutuhan energi listrik. Kalau penggunaan bahan bakar fosil untuk keperluan pembangkit listrik, selain bisa menimbulkan polusi lingkungan, juga sangat boros. Tetapi penggunaan bahan bakar nuklir sangat irit, dan tidak membuat polusi lingkungan. Konon setengah kilogram uranium yang sudah dimurnikan bisa menghasilkan energi yang setara dengan belasan juta liter solar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga jual listrik kepada konsumen. Di samping itu pun persediaan bahan bakar ini cukup tersedia dalam jangka waktu yang panjang.
Namun sebagai konsekuensi logis dari suatu penggunaan teknologi tinggi, disamping manfaatnya yang besar, juga ada risikonya. Setiap pengoperasian PLTN di semua negara mana pun di dunia, masalah keselamatan merupakan syarat mutlak dan paling utama. Di samping itu pula PLTN generasi baru yang kini digunakan di negara-negara maju faktor keselamatan dan keamanannya lebih terjamin. Pengawasan pengoperasian PLTN dilakukan dengan sangat ketat oleh badan pengawas internasional, maupun dalam negeri masing-masing negara pengguna. Karena kegagalan PLTN di suatu negara masih dianggap kegagalan PLTN secara menyeluruh.
Pengamanan PLTN dilakukan dengan system berlapis-lapis, karena keselamatan suatu PLTN menganut palsafah pertahanan berlapis (defence in depth). Pertahanan berlapis ini meliputi: Lapisan keselamatan pertama, PLTN dirancang dibangun dan dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang sangat ketat, mutu yang tinggi dan teknologi mutakhir. Lapis keselematan kedua, PLTN dilengkapi dengan system pengaman/keselamatan yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi akibat-akibat dari kecelakaan yang mungkin terjadi selama umur PLTN. Lapis keselamatan ketiga, PLTN dilengkapi dengan system tambahan yang dapat diandalkan untuk mengatasi kecelakaan terparah yang diperkirakan dapat terjadi pada suatu PLTN. Walau begitu kecelakaan tersebut kemungkinannya amat sangat kecil terjadi selama umur PLTN.
Selama operasi PLTN, pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif terhadap lingkungan dapat dikatakan tidak ada. Air laut atau air sungai yang dipergunakan untuk membawa panas dari kondensor sama sekali tidak mengandung zat radioaktif, karena tidak bercampur dengan air pendingin yang bersirkulasi di dalam reactor. Gas radioaktif yang dapat ke luar dari sistem reaktor tetap terkungkung di dalam system pengungkung PLTN, dan sudah melalui ventilasi dengan filter yang berlapis-lapis. Gas yang lepas melalui cerobong aktivitasnya sangat kecil (sekitar 2 milicurie/tahun), sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

4   Apikasi Komersial
Ionisasi dari Americium-241 digunakan pada detektor asap dengan memanfaatkan radiasi alfa. Tritium digunakan bersama fosfor pada rifle untuk meningkatkan akurasi penembakan pada malam hari. Pemanfaatan sifat perpendaran dari beberapa unsur digunakan dalam beberapa rambu, diantaranya perpendaran tanda "exit".

5   Pemrosesan Makanan dan Pertanian
Irradiasi makanan adalah proses memaparkan makanan dengan radiasi pengion yang ditujukan untuk  menghancurkan mikroorganisme, bakteri, virus, atau serangga yang diperkirakan berada dalam makanan. Jenis radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, sinar X, dan elektron yang dikeluarkan oleh pemercepat elektron. Aplikasi lainnya yaitu pencegahan proses pertunasan, penghambat pemasakan buah, peningkatan hasil daging buah, dan peningkatan rehidrasi. Secara garis besar, irradiasi adalah pemaparan (penyinaran dengan radiasi) suatu bahan untuk mendapatkan manfaat teknis.
Efek utama dalam pemrosesan makanan dengan menggunakan radiasi pengion berhubungan dengan kerusakan DNA. Mikroorganisme tidak mampu lagi berkembang biak dan melanjutkan aktivitas mereka. Serangga tidak akan selamat dan menjadi tidak mampu berkembang. Tanaman tidak mampu melanjutkan proses pematangan buah dan penuaan. Semua efek ini menguntungkan bagi konsumen dan industri makanan.
Harus diperhatikan bahwa jumlah energi yang efektif untuk radiasi cukup rendah dibandingkan dengan memasak bahan makanan yang sama hingga matang. Bahkan energi yang digunakan untuk meradiasikan 10 kg bahan makanan hanya mampu memanaskan air hingga mengalami kenaikan temperatur sebesar 2,5 ˚C.
Keuntungan pemrosesan makanan dengan  radiasi pengion adalah, densitas energi per transisi atom sangat tinggi dan mampu membelah molekul dan menghasilkan ionisasi (tercermin pada nama metodenya) yang tidak dapat dilakukan dengan pemanasan biasa. Hal inilah yang menjadi alasan yang menguntungkan. Perlakuan bahan makanan solid dengan radiasi pengion dapat menciptakan efek yang sama dengan pasteurisasi bahan makanan cair seperti susu. Namun, penggunaan istilah pasteurisasi dingin dan iradiasi adalah proses yang berbeda, meski bertujuan dan memberikan hasil yang sama pada beberapa kasus. Iradiasi makanan saat ini diizinkan di 40 negara dan volumenya diperkirakan melebihi 500.000 metrik ton setiap tahunnya di seluruh dunia.
Iradiasi makanan hanya sebagian kecil dari aplikasi nuklir jika dibandingkan dengan aplikasi medis, material plastik, bahan mentah industri, batu perhiasan, kabel, dan lain-lain.

C.    Bahaya Penggunaan Nuklir
Kecelakaan nuklir diakibatkan oleh energi yang terlalu besar yang seringkali sangat berbahaya. Pada sejarahnya, insiden pertama melibatkan pemaparan radiasi yang fatal. Marie Curie meninggal akibat aplastik anemia yang merupakan hasil dari pemaparan nuklir tingkat tinggi. Dua peneliti Amerika, Harry Daghlian dan Louis Slotin, meninggal akibat penanganan massa plutonium yang salah. Tidak seperti senjata konvensional, sinar yang intensif, panas, dan daya ledak bukan satu-satunya komponen mematikan bagi senjata nuklir. Diperkirakan setengah dari korban meninggal di Hiroshima dan Nagasaki meninggal setelah dua hingga lima tahun setelah pemaparan radiasi akibat bom atom.
Kecelakaan radiologis dan nuklir sipil sebagian besar melibatkan pembangkit listrik tenaga nuklir. Yang paling sering adalah pemaparan nuklir terhadap para pekerjanya akibat kebocoran nuklirKebocoran nuklir adalah istilah yang merujuk pada bahaya serius dalam pelepasan material nuklir ke lingkungan sekitar. Kecelakaan militer biasanya melibatkan kehilangan atau peledakkan senjata nuklir yang tidak diharapkan. Percobaan Castle Bravo di tahun 1954 menghasilkan ledakan diluar perkiraan, yang mengkontaminasi pulau terdekat, sebuah kapal penangkap ikan berbendera Jepang (dengan satu kematian), dan meningkatkan kekhawatiran terhadapkontaminasi ikan di Jepang. Di tahun 1950an hingga 1970an, beberapa bom nuklir telah hilang dari kapal selam dan pesawat terbang, yang beberapa di antaranya tidak pernah ditemukan. Selama 20 tahun terakhir telah jadi pengurangan kasus demikian.
Radioaktif adalah sejenis zat yang berada di permukaan atau di dalam benda padat, cair atau gas yang kehadirannya berbahaya bagi tubuh manusia. Radioaktif berasal dari radionuklida (radioisotop) sebuah inti tak stabil akibat energi yang berlebihan.
Menurut situs atomicarchive.com, setidaknya ada tujuh efek yang berbahaya bila tubuh manusia terkena bocoran radioaktif dari PLTN. Efek itu bisa berbahaya bagi rambut, organ tubuh seperti otak, jantung, saluran pencernaan, kelenjar gondok, sistem peredaran darah dan sistem reproduksi.
1.           Rambut
Efek paparan radioaktif membuat rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.
2.           Otak
Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung , radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.
3.           Kelenjar gondok
Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.
4.           Sistim Peredaran Darah
Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal mirip seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama sepuluh tahun dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.


5.           Jantung
Seseorang terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
6.           Saluran Pencernaan
Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.
7.           Saluran Reproduksi
Radiasi  akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.
8.           Dampak lain yang ditimbulkan dalam jangkapendek atau panjang bagi daerah sekitar Pembangkit Tenaga Nuklir :
a.       Dampak radiasi bagi tubuh, mulai dari kulit kering, mual-muntah hingga tewas seketika. Berbagai gejala yang muncul tidak lama setelah terkena radiasi disebut Acute Radiation Syndrome (ARS).
b.      Makin tinggi tingkat radiasinya, makin cepat efeknya muncul atau dirasakan oleh korban dan makin besar juga peluangnya untuk menyebabkan kematian.
c.       Sindrom semacam ini banyak dialami oleh korban pemboman kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 dan tragedi Chernobyl tahun 1986. Pasalnya tingkat radiasi yang dilepaskan dalam peristiwa tersebut sangat tinggi sehingga memicu gejala yang sifatnya akut.
d.      Terlebih karena sumber radiasi tidak melulu reaktor nuklir, melainkan juga dari benda-benda yang sering ditemui sehari-hari mulai dari. Meski rendah, radiasi yang dipancarkan jika tidak dikendalikan maka bisa memicu dampak jangka panjang.
e.       Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut.
1.        Mual muntah
2.        Diare
3.        Sakit kepala
4.        Demam.
f.       Dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.
1.    Pusing, mata berkunang-kunang
2.    Disorientasi atau bingung menentukan arah
3.    Lemah, letih dan tampak lesu
4.    Kerontokan rambut dan kebotakan
5.    Muntah darah atau berak darah
6.    Tekanan darah rendah
7.    Luka susah sembuh.
g.       Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
1.      Kanker
2.      Penuaan dini
3.      Gangguan sistem saraf dan reproduksi
4.      Mutasi genetik.

D.  Solusi Permasalahan Teknologi Nuklir
Nuklir merupakan teknologi terkini yang bermanfaat bagi berbagai sector kehidupan manusia. Dampak yang bisa timbul dari penggunaan energy nuklir memang berbahaya akan tetapi masih bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Hal ini bisa dilakukan dengan selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan saat mengoperasikannya.
Hendaknya pengoperasian teknolog nuklir ini dilakukan oleh pihak-pihak yang sudah ahli dan pengawasan oleh pihak yang berwenang dan juga menggunakan prosedur yang telah ada. Tidak dilakukan secara individual. Ini karena radiasi yang terpancar oleh teknologi ini bisa menyebar ke daerah sekitarnya sehingga tidak hanya melibatkan individu tapi juga masyarakat.
Jika terjadi kebocoran radiasi pada teknologi nuklir, masyarakat harus segera diungsikan untuk menghindari paparan radiasinya. Selain itu juga harus menghindari benda-benda, makanan atau air yang telah tercemar radiasi. Menggunakan APD ( alat pelindung diri) saat melakukan  aktifitas di luar rumah.



BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
1.          Teknologi nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom (inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada berbagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.
2.           Teknologi niklir dapat digunakan untuk kepentingan damai (sipil) antara lain untuk aplikasi medis, aplikasi industri, pembangkit tenaga listrik, aplikasi komersial, dan pemrosesan makanan dan pertanian.
3.           Salah satu bahaya teknologi nuklir adalah kecelakaan radiologis.

B.    SARAN
1.           Pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.
2.           Pemerintah dan pihak terkait harus mengadakan sosialisasi tentang manfaat dan bahaya teknologi nuklir bagi masyarakat sekitar.

1 komentar: